Sabtu, 20 Februari 2016

POLIMER

A. Pengertian
     Polimer merupakan makromolekul yang tersusun atas gabungan monomer-monomer (molekul kecil) yang terikat bersama-sama dalam suatu untaian berulang.
     Reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomernya disebut polimerisasi.

 
B. Reaksi-Reaksi Polimerisasi
     1.    Polimerisasi Adisi, yaitu polimer yang dibuat dari monomer-monomer yang mengandung ikatan rangkap.
            Contoh: pembentukan polietena dari monomer-monomer etena.
     2.    Polimerisasi Kondensasi, yaitu polimer yang dibuat dari monomer yang mengandung gugus fungsi dengan melepaskan molekul H2O atau NH3.
            Contoh: pembentukan protein dari monomer-monomer asam amino, pembentukan poliester, pembentukan poliamida
C. Jenis-Jenis Polimer
     1.    Berdasarkan Jenis Monomernya
            a.     Homopolimer, yaitu polimer yang tersusun atas monomer-monomer yang sejenis.
                   Contoh: PVC, polietena, teflon, polistirena, amilum, selulosa.
            b.    Kopolimer, yaitu polimer yang tersusun atas monomer-monomer yang berlainan jenis.
                   Contoh: bakelit, dakron, nilon.
     2.    Berdasarkan Sifat terhadap Panas
            a.     Polimer termoplastik, yaitu polimer yang dapat dibentuk berulang-ulang melalui pemanasan.
                   Contoh: polietilena, polipropilena, polistirena, dan PVC.
            b.    Polimer termosetting, yaitu polimer yang tidak dapat dibentuk berulang-ulang walaupun melalui pemanasan.
                   Contoh: bakelit, melamin.
     3.    Berdasarkan Asalnya
            a.     Polimer alam, yaitu polimer yang terbentuk secara alami.
                   Contoh: 1) Polimer Protein (monomer: asam amino)
                                 2)  Polimer Selulosa (monomer: adalah glukosa)
                                 3) Polimer  Kanji/pati (monomer: glukosa
                                 4) Polimer Karet alam (monomer: isoprena)
                                 5) Polimer Glikogen (monomer: glukosa)
            b.    Polimer sintetis, yaitu polimer yang dibuat dari monomer-monomernya di laboratorium atau di industri. Contoh:
                   1) Polimer  PVC (monomer: vinil klorida)
                   2) Polimer  Polietena (monomer: etena)
                   3) Polimer Poliester (monomer: etena 1,2-diol dan asam benzena 1,2-dikarboksilat)
                   4) Polimer Nilon (monomer: asam adipat dan 1,6-diaminoheksana)
                   5) Polimer Bakelit (monomer: fenol dan formaldehid)
                   6) Polimer Teflon (monomer: tetrafluoro etena)
                   7) Polimer Melamin (monomer: formaldehid dan urea)
                   8) Polimer Karet sintetis (monomer: 1,3-butadiena dan stirena)

D. Macam-Macam Polimer dan Kegunaannya
     1.  Nilon
          Nilon terbentuk dari monomer asam adipat dan 1,6-diaminoheksana melalui
          polimerisasi kondensasi. Kegunaan: sebagai jala, parasut, jas hujan, tenda, tali.
     2.  Bakelit  
          Bakelit terbentuk dari monomer fenol dan formaldehid melalui polimerisasi  
          kondensasi yang menghasilkan orto dan para hidroksimetil fenol.
          Kegunaan: sebagai plastik peralatan listrik.
     3.  Teflon (Politetrafluoro etena/Politetrafuoro etilena)
          Teflon terbentuk dari monomer tetrafluoro etilena (CF2=CF2). Kegunaan:
          sebagai bahan pelapis panci tahan panas dan tangki di pabrik kimia.
     4.  Polivinil Klorida (PVC)
          PVC terbentuk dari monomer vinil klorida (CH2=CHCl).
          Kegunaan: untuk pipa paralon, ember, kursi dan botol.
     5.  Polistirena
          Polistirena terbentuk dari monomer stirena. Kegunaan: untuk membuat
          styrofoam, gelas minuman ringan, dan kemasan makanan.
     6.  Melamin
          Melamin terbentuk dari monomer formaldehid dan urea melalui polimerisasi
          kondensasi. Kegunaan:  untuk alat-alat rumah tangga seperti piring, sendok,
          asbak, dan mangkuk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar